Akad Jual Beli Online Menurut Syariah

Senin, Oktober 22nd 2018.

Aktifitas jual beli berarti menarik benda dari milik (para pihak) dengan jalan pertukaran.[1] Jual beli merupakan kegiatan yang dilakukan oleh lebih dari satu pihak yang masing-masing pihak memiliki barang untuk dipertukarkan satu sama lain agar memperoleh keuntungan atau manfaat darinya.

Al-Qur’an dan al-Hadith yang dijadikan dasar hukum bolehnya jual beli merupakan landasan bagi umat Islam, bahwa dalam melakukan jual beli harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku, diantaranya melaksanakan prinsip saling merelakan, menghadirkan saksi apabila jual belinya dengan cara kredit, dan melakukan akad dengan ijab qabul yang benar dan sepakati oleh ulama. Para ulama sepakat bahwa jual beli hukumnya boleh sepanjang tidak ada dalil yang mengharamkannya.[2]

Pada masa sekarang banyak aktivitas jual beli yang telah mengalami perubahan terutama dari proses transaksionalnya. Adanya kemajuan teknologi informasi mendorong manusia untuk lebih kreatif memanfaatkan media internet sebagai alat untuk melakukan transaksi jual beli secara online. Jual beli online ini telah menjadi suatu kebutuhan karena menawarkan kemudahan dan efesiensi baik tenaga, waktu, maupun biaya, sebab penjual dan pembeli tidak harus bertemu secara fisik di tempat yang sama dalam menjalankan transaksi. Selain itu penjual pun tidak harus memiliki bangunan toko, kios, maupun lapak secara fisik, karena semua kebutuhan itu telah dialihkan ke media online dengan hanya menayangkan produk berupa iklan digital baik berupa tulisan, gambar ataupun video.

Dalam syariat Islam, yakni fiqh muamalah, pembahasan mengenai jual beli dijabarkan dengan sangat detail. Kegiatan jual beli tentu harus disertai dengan akad yang jelas agar terhindar dari penyelewengan dari pihak satu untuk sengaja merugikan pihak lainnya. Akad ini lah yang memiliki banyak macam pembahasan dari para ulama ahli fiqh.

Dalam pembahasan artikel ini akan memfokuskan kajian tentang tentang maraknya fenomena jual beli online. Praktek yang dijalankan dalam jual beli online tidaklah sama dengan praktek jual beli konvensional, sebab cara transaksi online tidak membutuhkan kehadiran masing-masing pihak dalam satu majlis, tidak perlu menghadirkan barang secara fisik yang dijual belikan, dan transaksi pembayarannya tidak menggunakan uang fisik tapi melalui sistem transfer bank.

Sementara suatu akad dapat dilakukan apabila telah memenuhi rukun yang ditetapkan, yaitu: a) ‘Aqidain atau pihak-pihak yang melakukan akad, b) Ma’qudalaih atau obyek yang diakadkan, c) Shighat atau ucapan ijab kabul. Dalam jual beli online agar unsur-unsur di atas dapat dipenuhi maka lebih mengedepankan unsur komunikasi (shighat) dan adanya jaminan pihak ketiga dalam bertransaksi. Karena dalam kegiatan jual beli online ini proses yang dibangun kedua belah pihak adalah saling kepercayaan. Membangun kepercayaan bersama tentu saja harus dengan intesitas komunikasi baik lewat telepon, video call, sms, maupun chatting. Sebagaimana diungkapkan Izzudin Muhammad Khujah bahwa ijab dan qabul (adanya komunikasi) memang harus muttasil (nyambung, connect), yakni dilakukan dalam satu majlis ‘aqd (tempat kontak). Satu majlis akad adalah kondisi bukan fisik di mana kedua belah pihak yang berakad terfokus perhatiannya untuk melakukan kontrak.[3] Di sisi lain adanya pihak ketiga seperti pemilik marketplace itu sendiri yang menjadi mediasi antara penjual dan pembeli.

Jika unsur-unsur teknis di dalam proses transaksi jual beli online ini dapat terpenuhi, maka pembahasan berikutnya adalah menentukan akad yang mana yang sesuai dengan ketentuan syariah dalam menjalankan jual beli online yang sah. Dalam makalah ini dibatasi pembahasan akad hanya pada dua model akad yang dapat diterapkan untuk sistem transaksi jual beli online, yaitu: akad Salam dan akad Istisna’.

  1. Akad Salam

Secara terminologi, akad jual beli salam ialah menjual suatu barang yang penyerahannya ditunda, atau menjual suatu barang yang ciri-cirinya disebutkan dengan jelas dengan pembayaran modal terlebih dahulu, sedangkan barangnya diserahkan di kemudian hari.[4] Model akad jual beli salam ini penjual menawarkan suatu produk barang kepada pembeli akan tetapi model penawarannya melalui iklan gambar dan tulisan berupa jenis, sifat, bentuk barang secara default dan barang dikirim setelah ada pembayaran. Jadi, akad salam ini merupakan jual beli utang dari pihak penjual dan kontan dari pihak pembeli karena uangnya telah dibayarkan pada waktu akad.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam akad salam ini sebagai berikut:[5]

  1. Uang dibayar di tempat atau di waktu akad, artinya pembayaran dilakukan terlebih dahulu.
  2. Barangnya menjadi hutang bagi penjual.
  3. Barangnya dapat diberikan sesuai dengan waktu yang dijanjikan. Artinya barang harus sudah ada pada waktu yang telah dijanjikan.
  4. Barang tersebut hendaklah jelas spesifikasinya diantaranya ukuran, takaran, ataupun bilangannya menurut kebiasaan barang yang dijual tersebut.
  5. Diketahui dan ditentukan sifat-sifat dan macam barangnya dengan jelas, agar tidak ada keraguan yang mengakibatkan perselisihan antara dua belah pihak.
  6. Disebutkan tempat menerimanya.

Mengacu pada syarat-syarat di atas, beberapa media website seperti halnya onlineshop atau marketplace diketahui dalam proses transaksi online memenuhi kriteria yang dipersyaratkan dalam akad salam. Dalam makalah ini dibedakan onlineshop dan marketplace meskipun secara prinsip keduanya sama, namun dalam penggunaan dan kepemilikan keduanya berbeda. Onlineshop merupakan website yang digunakan sebagai media jual beli online bagi pemilik website itu sendiri yang menyediakan semua jenis barang dagangan yang ada di dalamnya. Sedangkan marketplace merupakan website yang digunakan sebagai media jual beli online bagi member atau anggota yang tergabung di dalamnya yang menjual barang dagangannya dibatasi oleh akun yang dimiliki dan pemilik web tersebut hanya bertindak sebagai pengelola, mediator, dan penjamin lancarnya aktivitas jual beli online.

Namun demikian proses transaksi jual beli online pada kedua website tersebut memiliki kesamaan yaitu pihak penjual menayangkan iklan jualan secara digital. Kemudian iklan tersebut dikunjungi pembeli dan tertarik dengan barang yang diiklankan selanjutnya pembeli membayar melalui transfer bank sesuai petunjuk yang telah diseting secara otomatis. Setelah proses pembayaran komplit maka penjual akan secara otomatis mendapatkan pemberitahuan melalui website tersebut bahwa barang dagangan yang diiklankan ada yang membeli. Dari sini penjual telah menjadi terhutang atas barang yang telah dibeli oleh pembeli, maka proses selanjutnya adalah penjual harus memenuhi barang yang telah dibeli secara online untuk dikirim atau diberikan kepada pembeli. Proses transaksi seperti ini dalam bisnis modern merupakan bentuk jual beli salam yang dikenal dengan pembelian dengan cara pesan (indent) atau pre order.[6]

Selain itu pemenuhan unsur-unsur akad salam dalam transaksi jual beli online ini adalah adanya keterangan yang jelas pada barang-barang yang diiklankan secara online baik dari jenis, bentuk, sifat, ukuran, berat, kualitas, dan kuantitasnya. Biasanya kelengkapan bentuk produk yang diiklankan tersebut merupakan keharusan dan menjadi cara efektif agar produk yang dijual tersebut mendapatkan kepercayaan penuh dari konsumen.

  1. Akad Istisna

Akad istisna adalah transaksi terhadap barang dagangan dalam  tanggungan yang diisyaratkan untuk mengerjakannya.[7] Dalam transaksi akad ini penjual menerima pesanan barang yang belum ada dari pihak pembeli agar dibuatkan secara custom sesuai dengan keinginan pembeli. Dengan kata lain istisna adalah kontrak atau transaksi yang disepakati bersama antara pemesan dan produsen untuk pembuatan suatu jenis barang tertentu atau suatu perjanjian jual beli di mana barang yang akan diperjualbelikan belum ada.[8]

Transaksi istisna adalah transaksi yang bergerak dalam bidang pekerjaan dan barang dalam tanggungan sehingga mempeunyai hukum mengikat bagi keduabelah pihak jika memenuhi rukun-rukun dan syarat-syaratnya.[9]

Rukun-rukun akad istisna adalah sebagai berikut:

  1. Penjual/penerima pesanan/produsen (Shani).
  2. Pembeli/pemesan (Mushtashni).
  3. Barang (Mashnu).
  4. Harga (Tsaman).
  5. Sighat (Ijab Qabul)

Sedangkan syarat-syarat akad istisna sebagai berikut:[10]

  1. Syarat istisna pada barang.
  2. Barang yang dibuat dijelaskan jenisnya, bentuknya, sifatnya, dan kadarnya sehingga tidak lagi terdapat jahalah dan perselisihan pendapat dapat dihindari.
  3. Hendaklah istisna merupakan sesuatu yang biasanya dilakukan diantara manusia seperti perabot barang rumah tangga, fashion, perlengkapan kantor, dan sebagainya.
  4. Syarat harga/tsaman.
  5. Harus diketahui oleh semua pihak.
  6. Bisa dibayarkan pada waktu akad, secara cicilan, atau ditangguhkan pada waktu tertentu pada masa yang akan datang.

Pada dasarnya akad istisna ini hampir memiliki kesamaan dengan akad Salam. Keduanya baik istisna maupun salam sama-sama pada aktifitas transaksi jual beli dengan cara memesan barang. Perbedaannya adalah pada objek barang yang dipesan yaitu jika pada akad salam kondisi barang tersedia namun dikirim setelah ada pembayaran, sedangkan akad istisna barang yang dipesan belum ada artinya pembeli memesan barang yang jenis dan bentuknya dibuat sesuai permintaan (custom). Proses pembayarannya pun dapat dilakukan secara kontan dimuka, cicilan, maupun setelah barang jadi dan diterima pemesan.

Dalam penerapannya pada aktifitas jual beli online, akad istisna juga relevan terhadap kegiatan tersebut. Media yang digunakan dalam jual beli online masih sama halnya seperti diterapkan pada akad salam, yakni website berupa marketplace dan onlineshop. Namun demikian akad istisna bisa lebih luas aktifitas jual beli onlinenya yaitu lewat blog dan media sosial yang difungsikan untuk jualan seperti facebook, twitter, instagram, google+, youtube, dan sebagainya.

Salah satu contoh proses akad istisna dalam jual beli online adalah pemesanan produk rak gondola. Rak gondola merupakan produk display untuk memajang barang dagangan toko modern seperti minimarket, supermarket, swalayan, dan sejenisnya. Produk rak ini meskipun dibuat secara pabrikasi namun memiliki pilihan jumlah unit, ukuran dan warna yang berbeda, sehingga pembeli harus melakukan pemesanan dulu selama beberapa waktu proses pembuatan.

Produsen dan distributor rak gondola saat ini lebih banyak bersaing dalam melakukan penjualan melalui media online. Meskipun proses transaksi dengan konsumen tidak dilakukan secara otomatis seperti media marketplace, namun proses transaksi tetap dilakukan secara online baik lewat medsos, telepon, video call, sms, maupun chatting. Biasanya kasus seperti ini dikarenakan antara penjual dan pembeli berada pada jarak yang berjauhan, bisa antar kota, antar propinsi, dan antar pulau. Untuk sampai pada tahapan dealing memang tidak secepat jual beli online marketplace (lihat barang, suka, bayar), tapi harus melalui tahapan komunikasi yang lebih intens antara penjual dan pembeli, seperti melakukan proses tawar menawar dan lainnya.

Pemenuhan terhadap rukun dan syarat akad istisna dalam proses penjualan rak gondola secara online pun dapat terpenuhi yaitu secara rukun ada penjual, pembeli, barang, harga, sighat. Secara syarat juga terpenuhi yaitu barang jelas karakteristiknya dan harga juga diketahui kedua belah pihak melalui proses penawaran yang disepakati bersama, serta proses pembayaran dapat dilakukan secara kontan atau dengan cicilan membayar uang muka terlebih dahulu dan pelunasan setelah barang jadi.

Jadi, akad istisna yang diterapkan dalam jual beli online pada dasarnya tidak ada masalah selama poin-poin dalam rukun dan syarat yang telah ditetapkan para ulama dapat terpenuhi.

[1] Dr. Beni Ahmad Saebani, M.Si, 63.

[2] Ibid, 65.

[3] Oni Sahroni, dkk., Fikih Muamalah Dinamika Teori Akad dan Implementasinya dalam Ekonomi Syariah (Depok: PT Rajagrafindo Persada, 2017), 30.

[4] M. Ali Hasan, Berbagai Macam Transaksi dalam Islam, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004), 143.

[5] Mardani, Fiqh Ekonomi Syariah, (Jakarta: Kencana, 2012), 114.

[6] Mustafa Kemal, Fikih Islam (Yogyakarta: Citra Karsa Mandiri, 2003), 356.

[7] Abdullah bin Muhammad Ath-Thayyar, Ensiklopedia Fiqih Muamalah dalam Pandangan 4 Madzab (Maktabah Al-Hanif, No.190, 2004), 143.

[8] Moh. Rifa’i, Konsep Perbankan Syari’ah (Semarang: Wicaksana, 2002), 73.

[9] Muhammad Syafi’i Antonio, Bank Syari’ah: Wacana Ulama & Cendikiawan (Jakarta: Tazkia Institute, 1999), 147.

[10] Sofyan Syafri Harapan dkk, Akuntansi Perbankan Syariah (Jakarta: LPEE Usakti, 2005), 183.

Produk terbaru

Rp 600.000
Order Sekarang » WhatsApp : 0813-3335-4187
Silakan konsultasi dulu untuk kebutuhan minimarket Anda!
Nama BarangRak Toko Kelontong Garut
Harga Rp 600.000
Anda HematRp -600.000 (0.00%)
Lihat Detail
Rp 600.000
Order Sekarang » WhatsApp : 0813-3335-4187
Silakan konsultasi dulu untuk kebutuhan minimarket Anda!
Nama BarangRak Swalayan Kebumen
Harga Rp 600.000
Anda HematRp -600.000 (0.00%)
Lihat Detail
Rp 600.000
Order Sekarang » WhatsApp : 0813-3335-4187
Silakan konsultasi dulu untuk kebutuhan minimarket Anda!
Nama BarangRak Toserba Pasuruan
Harga Rp 600.000
Anda HematRp -600.000 (0.00%)
Lihat Detail
Rp 600.000
Order Sekarang » WhatsApp : 0813-3335-4187
Silakan konsultasi dulu untuk kebutuhan minimarket Anda!
Nama BarangRak Swalayan Garut
Harga Rp 600.000
Anda HematRp -600.000 (0.00%)
Lihat Detail
Rp 600.000
Order Sekarang » WhatsApp : 0813-3335-4187
Silakan konsultasi dulu untuk kebutuhan minimarket Anda!
Nama BarangRak Toserba Kembangan
Harga Rp 600.000
Anda HematRp -600.000 (0.00%)
Lihat Detail
Rp 600.000
Order Sekarang » WhatsApp : 0813-3335-4187
Silakan konsultasi dulu untuk kebutuhan minimarket Anda!
Nama BarangRak Minimarket Sumedang
Harga Rp 600.000
Anda HematRp -600.000 (0.00%)
Lihat Detail
Rp 600.000
Order Sekarang » WhatsApp : 0813-3335-4187
Silakan konsultasi dulu untuk kebutuhan minimarket Anda!
Nama BarangRak Gondola Tulungagung
Harga Rp 600.000
Anda HematRp -600.000 (0.00%)
Lihat Detail
Rp 600.000
Order Sekarang » WhatsApp : 0813-3335-4187
Silakan konsultasi dulu untuk kebutuhan minimarket Anda!
Nama BarangRak Gondola Caruban
Harga Rp 600.000
Anda HematRp -600.000 (0.00%)
Lihat Detail

Temukan Kami di

Office & Showroom

Rezqia Rakindo
Jl. Soekarno Hatta
Kav. PJKA No. 12
Ponorogo Jawa Timur

Hubungi Kami

(0352) 3576340
0813-3335-4187
0813-3335-4187