Teori Permintaan Konvensional dan Syariah

Selasa, Desember 11th 2018.

Oleh: Tofik Himawan R (CEO Rezqia Rakindo)

Pendahuluan

Dalam ekonomi mikro ada hubungan antara konsumen, pedagang, dan produsen yang dibangun untuk saling melengkapi kebutuhan satu sama lain. Sebab mereka memiliki keterikatan yang dapat menggerakkan kegiatan perekonomian apakah dapat berjalan secara harmonis atau sebaliknya. Hubungan yang mengikat antar posisi itu tentu saja didasari karena adanya permintaan dan penawaran yang secara terus menerus berlangsung tanpa putus.

Pembahasan mengenai teori permintaan dan penawaran dalam ilmu ekonomi, adalah penggambaran atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model permintaan dan penawaran digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisis ekonomi mikro terhadap perilaku serta interaksi para pembeli dan penjual. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkinan adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.[1]

Pada makalah ini akan lebih fokus membahas mengenai teori permintaan dan pengaruhnya terhadap perilaku konsumen. Pada dasarnya dalam teori permintaan, yang berperan dalam pembahasannya adalah terkait dengan suatu barang atau jasa dan harga. Suatu barang memiliki harga karena di satu pihak barang itu berguna dan di lain pihak barang itu langka (scare). Jadi harga itu dibentuk oleh bersatunya dua jenis kekuatan: kegunaan (utility) dan kelangkaan (scarcity).[2] Harga suatu barang/jasa tertentu adalah suatu tingkat penilaian yang pada tingkat itu barang yang bersangkutan dapat ditukarkan dengan sesuatu yang lain, apapun bentuknya.[3]

Dalam aplikasinya teori permintaan lebih mengarah kepada suatu kebutuhan manusia dalam proses transaksi jual beli. Adanya peningkatan maupun penurunan suatu harga barang tentu dipengaruhi oleh adanya permintaan. Maka disini akan dibahas lebih lanjut mengenai pengertian tentang teori permintaan dan pengaruhnya terhadap perilaku konsumen karena terpengaruh adanya perubahan harga.

Pengertian Teori Permintaan (Demand)

Pengertian teori permintaan menurut Sadono Sukirno (Vinna, 2016) adalah teori yang menerangkan ciri-ciri hubungan antara jumlah permintaan dan harga.[4] Sedangkan menurut Masriani (2004), teori permintaan adalah teori yang menjelaskan permintaan dan jumlah harga yang beredar di pasaran. Teori ini menjelaskan permintaan dan jumlah harga secara mendetail.[5]

Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Permintaan berkaitan dengan keinginan konsumen akan suatu barang dan jasa yang ingin dipenuhi. Dan kecenderungan permintaan konsumen akan barang dan jasa tak terbatas.[6] Timbulnya suatu keinginan konsumen pada suatu barang disebabkan adanya kegunaan barang itu sendiri. Keinginan inilah yang pada akhirnya membuahkan permintaan.

Permintaan juga bisa didefinisikan sebagai keinginan yang disertai dengan kesediaan serta kemampuan untuk membeli barang yang bersangkutan. Setiap orang boleh saja ingin kepada apapun yang diinginkannya, tetapi jika keinginannya itu tidak ditunjang oleh kesediaan serta kemampuan untuk membeli, keinginannya itu pun hanya tinggal keinginan saja.[7] Di atas dijelaskan bahwa meskipun permintaan didasari dari sebuah keinginan namun pada tahap keinginan saja ternyata tidak berpengaruh apa-apa terhadap harga. Sementara adanya permintaan sangat signifikan mempengaruhi perubahan harga.

Hukum permintaan menyatakan: “Apabila harga suatu barang naik, permintaan barang akan turun. Sebaliknya, jika harga suatu barang turun, permintaan terhadap suatu barang tersebut akan naik.”[8] Hukum permintaan ini menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif (berbanding terbalik) antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat.

Konsep Teori Permintaan

Berdasarkan pemahaman definisi teori permintaan di atas bahwa banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu. Adapun faktor-faktor yang dapat memperngaruhi tingkat permintaan barang tersebut, antara lain:[9]

  1. Harga barang substitusi (pengganti)

Harga barang dan jasa pengganti (substitusi) ikut memengaruhi jumlah barang dan jasa yang diminta. Apabila harga dari barang substitusi lebih murah maka orang akan beralih pada barang substitusi tersebut. Akan tetapi jika harga barang substitusi naik maka orang akan tetap menggunakan barang yang semula. Contohnya kaus adalah pengganti kemeja. Jika di pasar harga kaus lebih murah dibandingkan kemeja, maka permintaan akan kaus lebih banyak bila dibandingkan permintaan terhadap kemeja.

  1. Harga barang komplementer (pelengkap)

Barang pelengkap juga dapat memengaruhi permintaan barang/jasa. Misalnya sepeda motor, barang komplementernya bensin. Apabila harga bensin naik, maka kecenderungan orang untuk membeli sepeda motor akan turun, begitu juga sebaliknya.

  1. Jumlah Pendapatan

Besar kecilnya pendapatan yang diperoleh seseorang turut menentukan besarnya permintaan akan barang dan jasa. Apabila pendapatan yang diperoleh tinggi maka permintaan akan barang dan jasa juga semakin tinggi. Sebaliknya jika pendapatannya turun, maka kemampuan untuk membeli barang juga akan turun. Akibatnya jumlah barang akan semakin turun. Misalnya pendapatan Ibu Tia dari hasil dagang minggu pertama Rp200.000,00 hanya dapat untuk membeli kopi 20 kg. Tetapi ketika hasil dagang minggu kedua Rp400.000,00, Ibu Tia dapat membeli kopi sebanyak 40 kg.

  1. Selera dan kebiasaan konsumen

Selera konsumen terhadap barang dan jasa dapat memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika selera konsumen terhadap barang tertentu meningkat maka permintaan terhadap barang tersebut akan meningkat pula. Misalnya, sekarang ini banyak orang yang mencari handphone yang dilengkapi fasilitas musik dan game, karena selera konsumen akan barang tersebut tinggi maka permintaan akan handphone yang dilengkapi musik dan game akan meningkat.

  1. Intensitas kebutuhan konsumen

Intensitas kebutuhan konsumen berpengaruh terhadap jumlah barang yang diminta. Kebutuhan terhadap suatu barang atau jasa yang tidak mendesak, akan menyebabkan permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut rendah. Sebaliknya jika kebutuhan terhadap barang atau jasa sangat mendesak maka permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut menjadi meningkat, misalnya dengan meningkatnya curah hujan maka intensitas kebutuhan akan jas hujan semakin meningkat. Konsumen akan bersedia membeli jas hujan hingga Rp25.000,00 walaupun kenyataannya harga jas hujan Rp15.000,00.

  1. Perkiraan harga pada masa depan

Apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan naik maka konsumen cenderung menambah jumlah barang yang dibeli karena ada kekhawatiran harga akan semakin mahal. Sebaliknya apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan turun, maka konsumen cenderung mengurangi jumlah barang yang dibeli. Misalnya ada dugaan kenaikan harga bahan bakar minyak mengakibatkan banyak konsumen antri di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) untuk mendapatkan bensin atau solar yang lebih banyak.

  1. Jumlah penduduk

Pertambahan penduduk akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika jumlah penduduk dalam suatu wilayah bertambah banyak, maka barang yang diminta akan meningkat.

Konsep teori permintaan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang dijelaskan di atas merupakan konsep konvensional. Bagaimana konsep teori permintaan yang didasarkan dalam perspektif ekonomi Islam? Pada dasarnya menurut Ibnu Taimiyyah (Karim, 2003), permintaan suatu barang terhadap sesuatu yang digambarkan dengan istilah raghbah fi al-syai, yang diartikan juga sebagai jumlah barang yang diminta.[10] Secara garis besar, permintaan dalam ekonomi Islam sama dengan ekonomi konvensional, tetapi ada prinsip-prinsip tertentu yang membedakannya.

Di dalam prinsip-prinsip Islami bahwa tidak semua barang dapat dikonsumsi atau dipakai, namun harus memperhatikan halal dan thayyib. Sebab barang yang secara pasti dihukumi haram maka dilarang untuk dikonsumsi atau dipakai. Jadi dalam konsep permintaan Islam menilai komoditas tidak semuanya dapat dikonsumsi ataupun digunakan karena dibedakan antara permintaan yang halal dan permintaan yang haram.[11]

Selain itu adanya faktor maslahah yang merupakan sebagai tujuan utama dalam mengonsumsi barang, sebab maksimasi maslahah merupakan cara untuk mencapai falah. Pengaruh maslahah pada permintaan tidak dapat dijelaskan dengan sederhana karena berkaitan pada tingkat keimanan. Jika konsumen melihat barang dengan kandungan berkah yang tinggi, ia akan meninggalkan barang dengan kandungan berkah yang rendah. Dengan demikian, jika maslahah relative turun, jumlah barang yang diminta turun juga, begitu juga sebaliknya.[12]

Dalam Islam, tidak dianjurkan suatu permintaan barang dilakukan secara berlebihan (israf) apalagi untuk tujuan kemegahan dan kemewahan, namun demikian tidak juga dianjurkan berbuat bakhil sebab dalam kepemilikan harta yang mencapai nisab maka ada kewajiban untuk membayar zakat, infak, dan sedekah. Maka jelasnya bahwa motif permintaan dalam Islam menekankan pada tingkat kebutuhan konsumen pada suatu barang, sedangkan motif permintaan konvensional lebih didominasi oleh nilai-nilai kepuasan (interest). Konvensional menilai bahwa egoisme merupakan nilai yang konsisten dalam memengaruhi seluruh aktivitas manusia.[13]

Teori permintaan pada dasarnya merupakan perangkat analisis untuk melihat besaran jumlah barang atau jasa yang diminta serta perubahan permintaan terhadap suatu barang atau jasa berdasarkan hukum permintaan. Menurut Adiningsih dan Kadarusman (2003), perubahan permintaan suatu barang atau jasa dapat dilihat dari perubahan pada kurva permintaan. Dengan demikian, analisis permintaan suatu barang atau jasa erat kaitannya dengan perilalku konsumen. Konsumen adalah mereka yang memiliki pendapatan (uang) dan menjadi pembeli barang dan jasa di pasar.[14]

Kurva permintaan merupakan grafik yang menggambarkan hubungan antara harga dengan jumlah komoditas yang ingin dan dapat dibeli konsumen. Kurva ini digunakan untuk memperkirakan perilaku dalam pasar kompetitif dan seringkali digabung dengan kurva penawaran untuk memperkirakan titik ekuilibrium (saat jumlah penawaran dan permintaan sama).[15]

Faktor-faktor yang dapat menggeser kurva permintaan adalah sebagai berikut:[16]

  1. Faktor harga

Perubahan kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang diminta semakin tinggi atau semakin menurun. Semakin rendah harga suatu barang, semakin banyak permintaannya. Sebaliknya, semakin tinggi harga suatu barang, semakin sedikit permintaannya.

  1. Faktor bukan harga

Kurva permintaan akan bergerak ke kanan apabila harga barang yang diminta menjadi semakin tinggi atau semakin menurun. Kurva permintaan akan bergerak ke kiri apabila terdapat perubahan-perubahan terhadap permintaan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor bukan harga, sekiranya harga barang lain, pendapatan para pembeli dan berbagai faktor bukan harga lainnya mengalami perubahan, maka perubahan itu akan menyebabkan kurva permintaan akan pindah ke kanan atau ke kiri.

____________________________

[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Penawaran_dan_Permintaan

[2] Suherman Rosyidi, Pengantar Teori Ekonomi; Pendekatan Kepada Teori Ekonomi Mikro & Makro, Cet. 12 (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2017), 304.

[3] Rosyidi, 303.

[4] Vinna Sri Yuniarti, S.E., M.M., Ekonomi Mikro Syariah (Bandung: CV Pustaka Setia, 2016), 102.

[5] Yuliea Tiena Masriani, Pengantar Hukum Indonesia (Jakarta: Sinar Grafika, 2004), 12.

[6] https://id.wikipedia.org/wiki/Permintaan

[7] Rosyidi, Pengantar Teori Ekonomi; Pendekatan Kepada Teori Ekonomi Mikro & Makro, 305.

[8] Yuniarti, S.E., M.M., Ekonomi Mikro Syariah, 102.

[9] https://id.wikipedia.org/wiki/Permintaan

[10] Adiwarman Karim, Ekonomi Mikro Islami (Jakarta: The International Institute of Islamic Thougt Indonesia, 2003), 132.

[11] Yuniarti, S.E., M.M., Ekonomi Mikro Syariah, 107.

[12] Yuniarti, S.E., M.M., 104.

[13] Yuniarti, S.E., M.M., 107.

[14] S. Adiningsih dan Kadarusman, Teori Ekonomi Mikro (Yogyakarta: BPFE, Ancok, 2003), 49.

[15] https://id.wikipedia.org/wiki/Kurva_Permintaan

[16] Yuniarti, S.E., M.M., Ekonomi Mikro Syariah, 109.

Produk terbaru

Rp 600.000
Order Sekarang » WhatsApp : 0813-3335-4187
Silakan konsultasi dulu untuk kebutuhan minimarket Anda!
Nama BarangRak Toko Kelontong Garut
Harga Rp 600.000
Anda HematRp -600.000 (0.00%)
Lihat Detail
Rp 600.000
Order Sekarang » WhatsApp : 0813-3335-4187
Silakan konsultasi dulu untuk kebutuhan minimarket Anda!
Nama BarangRak Swalayan Kebumen
Harga Rp 600.000
Anda HematRp -600.000 (0.00%)
Lihat Detail
Rp 600.000
Order Sekarang » WhatsApp : 0813-3335-4187
Silakan konsultasi dulu untuk kebutuhan minimarket Anda!
Nama BarangRak Toserba Pasuruan
Harga Rp 600.000
Anda HematRp -600.000 (0.00%)
Lihat Detail
Rp 600.000
Order Sekarang » WhatsApp : 0813-3335-4187
Silakan konsultasi dulu untuk kebutuhan minimarket Anda!
Nama BarangRak Swalayan Garut
Harga Rp 600.000
Anda HematRp -600.000 (0.00%)
Lihat Detail
Rp 600.000
Order Sekarang » WhatsApp : 0813-3335-4187
Silakan konsultasi dulu untuk kebutuhan minimarket Anda!
Nama BarangRak Toserba Kembangan
Harga Rp 600.000
Anda HematRp -600.000 (0.00%)
Lihat Detail
Rp 600.000
Order Sekarang » WhatsApp : 0813-3335-4187
Silakan konsultasi dulu untuk kebutuhan minimarket Anda!
Nama BarangRak Minimarket Sumedang
Harga Rp 600.000
Anda HematRp -600.000 (0.00%)
Lihat Detail
Rp 600.000
Order Sekarang » WhatsApp : 0813-3335-4187
Silakan konsultasi dulu untuk kebutuhan minimarket Anda!
Nama BarangRak Gondola Tulungagung
Harga Rp 600.000
Anda HematRp -600.000 (0.00%)
Lihat Detail
Rp 600.000
Order Sekarang » WhatsApp : 0813-3335-4187
Silakan konsultasi dulu untuk kebutuhan minimarket Anda!
Nama BarangRak Gondola Caruban
Harga Rp 600.000
Anda HematRp -600.000 (0.00%)
Lihat Detail

Temukan Kami di

Office & Showroom

Rezqia Rakindo
Jl. Soekarno Hatta
Kav. PJKA No. 12
Ponorogo Jawa Timur

Hubungi Kami

(0352) 3576340
0813-3335-4187
0813-3335-4187